Apa Saja Tahapan Proses Pengadaan Barang dan Jasa? Cek Disini!

apa-saja-tahapan-proses-pengadaan-barang-dan-jasa-cek-disini

Baik perusahaan atau instansi, pastinya dalam kurun waktu tertentu membutuhkan pengadaan barang dan jasa. Pengadaan dilakukan guna menunjang kinerja perusahaan menjadi lebih baik lagi. Itu sebabnya, diperlukan penguasaan terkait bagaimana menjalankan proses pengadaan barang dan jasa dengan baik dan benar yang salah satunya bisa Anda lakukan bersama Procurite.

Pengadaan barang dan jasa menjadi tanggung jawab bagian perusahaan yang mengurusi procurement management. Umumnya dalam proses procurement management sendiri menggunakan beberapa tahapan proses. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai tahapn-tahapannya bawah ini.

Mengenal Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Sebagaimana sudah disinggung sebelumnya, bahwa proses pengadaan barang dan jasa erat kaitannya dengan kebutuhan perusahaan untuk menunjang suksesnya kinerja yang ada di dalamnya. Itu sebabnya, dalam pengadaan yang dilakukan harus memastikan bahwa barang atau jasa yang diambil sesuai kebutuhan dan standar.

Jenis pengadaan yang dilakukan dapat berupa barang seperti mesin produksi, bahan bangunan, peralatan usaha, dan lain sebagainya.  Selain itu, dapat juga berupa jasa seperti jasa perbaikan, jasa pembuatan, dan lain sebagainya.

Proses pengadaan barang maupun jasa menjadi langkah yang perlu dilakukan perusahaan atau instansi dalam melakukan pengadaan. Biasanya pengadaan yang dilakukan sudah malalui analisis terlebih dahulu, sehingga antara kebutuhan dan budget yang disediakan tetap seimbang.

Sebagian pihak tentu merasa bingung dalam pelaksanaan pengadaan yang bisa dikatakan cukup rumit. Namun, Procurite hadir untuk mempermudah proses pengadaan yang hendak dilakukan. Melalui berbagai macam fitur pendukung pengadaan lengkap, dalam pengadaan barang pun tidak begitu sulit saat menjalankan procurement management.

Tahapan Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Supaya lebih paham dengan bagaimana prosedur pengadaan barang dan jasa, Anda juga harus tahu bagaimana proses pengadaan barang dan jasa itu sendiri. Dengan demikian, Anda bisa memahaminya terkait pengadaan yang tepat sehingga tidak merugikan perusahaan atau instansi yang bersangkutan.

1. Analisis Kebutuhan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan analisis kebutuhan dari perusahaan. Proses analisis umumnya dilakukan oleh divisi perusahaan yang bertugas dengan mengajukan kebutuhan yang diinginkan menuju pihak procurement.

Tim procurement management juga harus memastikan bahwa setiap divisi perusahaan mengajukan pengadaan memang benar-benar barang yang dibutuhkan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk menghindari kejadian pemakaian uang perusahaan  dalam jumlah memenuhi kebutuhan, yang belum tentu memiliki peran penting dalam menunjang kinerja di perusahaan.

2. Persetujuan

Usai melakukan analisis, proses procurement management selanjutnya ada pada persetujuan dari pihak manajemen. Pasalnya, tidak semua rincian kebutuhan yang diajukan oleh tiap-tiap divisi akan disetujui secara langsung. Itu sebabnya perlu dilakukan analisis sebagaimana yang dijelaskan di proses pertama.

Persetujuan yang dilakukan oleh tim manajemen bisa membuat perusahaan dapat melakukan pengadaan barang atau jasa. Sebab, sebelum menuju tim procurement, terdapat campur tangan bagian manajemen perusahaan terlebih dahulu supaya transparansi kebutuhan kinerja perusahaan pun dapat terlaksana.

Nah, bentuk dari persetujuan yang dimaksud umumnya berkaitan dengan dokumen tertulis lengkap dengan tanda yang menunjukkan bahwa pihak manajemen sudah setuju untuk melakukan pengadaan dengan kebutuhan barang maupun jasa terlampir.

3. Tender

Proses selanjutnya adalah dengan melakukan tender. Usai mendapatkan list atau daftar pesanan terkait pengadaan barang dan jasa, maka pihak procurement management akan membuka tender kepada para vendor dan supplier.

Pada proses tender, perusahaan harus benar-benar menemukan vendor atau supplier dengan penawaran terbaik. Artinya, benar-benar menjadi solusi kebutuhan pengadaan yang diajukan perusahaan. Mulai dari kualitas barang, kesesuaian harga, hingga ketersediaan.

Dengan mendapatkan vendor atau supplier yang tepat, maka peluang proses pengadaan yang lancar bisa menjadi lebih besar.

4. Analisis Supplier dan Vendor

Proses tender yang sudah dilakukan, membuat para supplier dan vendor berlomba-lomba mengajukan penawaran. Masing-masing penawaran tentu memiliki harapan untuk diterima sehingga terkemas dengan baik dan bisa jadi membuat perusahaan bingung untuk memilihnya.

Jangan khawatir, ada beberapa faktor yang bisa dijadikan sebagai pembanding dari masing-masing vendor atau supplier. Di antaranya seperti pengalaman yang dimiliki oleh pihak vendor, kualitas barang atau jasa yang ditawarkan, hingga harga untuk masing-masing barang atau jasa yang ditawarkan.

Jangan sampai dalam proses pengadaan barang dan jasa di tahap satu ini, Anda sebagai pihak perusahaan tergiur dengan harga murah, namun lupa dengan kualitas barang yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, Anda perlu menganalisis dengan benar beberapa aspek pembanding tadi.

5. Meminta Penawaran

Permintaan penawaran atau yang dikenal juga dengan istilah request quotation, merupakan bagian dari proses pengadaan yang lebih mengerucut kepada supplier maupun vendor yang dianggap sesuai.

Setelah pihak perusahaan melakukan eliminasi kepada supplier maupun vendor yang dianggap kurang sesuai, maka akan terlihat nama-nama vendor yang dirasa tepat. Setelah itu, barulah dilakukan quotation atau permintaan penawaran guna menjalankan pengadaan barang atau jasa.

6. Negosiasi

Negosiasi yang dilakukan merupakan langkah negosiasi kepada kandidat vendor yang terpilih. Pasalnya, setelah penawaran diterima secara otomatis akan ketahuan terkait harga-harga yang lebih lengkap dengan waktu pengerjaanpihak supplier maupun vendor yang tepat.

Dengan melihat lebih detail terkait penawaran oleh pihak vendor, maka perusahaan sudah bisa melihat kira-kira vendor mana yang memenangkan proyek pengadaan. Nah, usai berhasil menemukan vendor yang tepat, barulah melakukan tahap negosiasi untuk menciptakan keuntungan bagi perusahaan tanpa merugikan pihak vendor.

Ada juga yang melakukan negosiasi sebelum menentukan vendor yang tepat. Hal tersebut dilakukan dengan dasar supaya bisa mendapatkan pemilihan vendor yang benar-benar menjadi solusi dari kebutuhan pengadaan sesuai yang diinginkan.

7. Purchase Order Maupun Kontrak

Proses selanjutnya dalam pengadaan barang dan jasa adalah melakukan purchase order usai keputusan terkait vendor dan supplier terpilih sudah final. Ketika kerjasama yang dilakukan dengan pihak terkait merupakan kerjasama dalam waktu panjang, tim procurement akan membuat dokumen kontrak berdasarkan kesepakatan hingga proses negosiasi.

Dokumen yang dibuat tersebut merupakan dokumen yang sudah ditanda tangani oleh masing-masing pihak baik dari pihak perusahaan atau pihak vendor terpilih. Hal tersebut supaya kedua belah pihak menjalankan tugas atau mekanisme sebagaimana yang dirundingkan sebelumnya.

8. Penerimaan dan Pengecekan

Setelah persetujuan kerjasama dari dua belah pihak, proses pengadaan barang dan jasa dilanjutkan dengan penerimaan barang dan pengecekan kualitasnya. Hal tersebut dilakukan setelah pengurusan dokumen lengkap dan selesai, kemudian vendor maupun supplier sudah mengerjakan tugas sesuai yang ada di dokumen kontrak.

Barulah tim procurement management dari perusahaan akan melakukan pemeriksaan ketika barang sudah diterima. Tentu harus memastikan bahwa kualitasnya sesuai dengan kesepakatan.

9. Pembayaran

Ketika semua proses dianggap sudah sesuai, maka langkah terakhir adalah pembayaran. Perusahaan akan mendapatkan invoice dari pihak vendor maupun supplier yang kemudian dilanjutkan dengan pembayaran sesuai perjanjian.

Baca Juga: Metode Pengadaan Barang dan Jasa

Jangan lupa lakukan pengarsipan dokumen-dokumen penting seperti kwitansi, bukti pembayaran, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa proses pengadaan barang dan jasa yang wajib Anda ketahui jika hendak menjalankan pengadaan dengan baik. Supaya tidak repot, Anda bisa menggunakan layanan kami di Procurite yang hadir sebagai solusi pengadaan barang dan jasa terbaik dan terpercaya. Bersama Procurite, kegiatan pengadaan yang Anda lakukan akan menjadi lebih mudah dan lebih efisien. Sebab, terdapat beberapa fitur yang mendukung keberjalanan pengadaan barang dan jasa menjadi lebih tertata dan maksimal.

logo procurite

Tebet Timur Dalam Raya No 43 Jakarta, Indonesia

procurite phone icon+(62-21) 8357385

procurite phone icon085811417123