Biaya Transfer Antar Bank

biaya-transfer-antar-bank

Sekarang ini, Bank Indonesia/ BI sudah meluncurkan BI-FAST atau Bank Indonesia - Fast Payment. Dimana mereka mengatur tentang biaya transfer antar bank yang hanya Rp 2.500. 

Tarif tersebut jadi lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan SKNBI atau Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia yang memberi tarif sebesar Rp 6.500. Namun, belum semua bank menerapkan BI-FAST ini.

Untuk itu berikut adalah penjelasan mengenai Biaya Transfer Antar Bank yang perlu Anda ketahui.

Penentuan Biaya Transfer Antar Bank Rp 2.500

Bank Indonesia menyempurnakan dua ketentuan yakni peraturan mengenai GWM atau Giro Wajib Minimum serta RIM atau Rasio Intermediasi Makroprudensial dan PLM atau Penyangga Likuiditas Makroprudensial, untuk Bank Umum Syariah, Bank Umum Konvensional serta Unit Usaha Syariah melalui PBI (Penerbitan Bank Indonesia).

Ketentuan-ketentuan tersebut akan mulai efektif berlaku pada 21 Desember 2021. Berdasarkan PBI No 23/16/PBI/2021, Bank Indonesia mengubah cakupan komponen dana bank yang diperhitungkan dalam memenuhi GWM yang sehubungan dengan implementasi BI-FAST.

Sedangkan, pada PBI No 23/17/PBI/2021, BI mengubah cakupan komponen dana bank dengan memperhitungkan pemenuhan Giro RIM maupun Giro RIM Syariah yang berhubungan dengan implementasi BI-FAST.

Jika Anda belum mengetahui, BI-FAST sendiri merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang lebih efisien untuk memfasilitasi transfer dana serta setelmen secara langsung dan seketika, tersedia selama 24 jam sehari serta tujuh hari seminggu. BI FAST bisa diakses melalui aplikasi yang disediakan oleh industri sistem pembayaran dalam memfasilitasi transaksi pembayaran ritel untuk masyarakat.

Daftar Bank dengan Biaya Transfer Antar Bank Rp 2.500

Biaya transfer antar bank resmi turun menjadi Rp 2.500, terhitung sejak tanggal 21 Desember 2021. Penurunan tarif ini terjadi seiring dengan beroperasinya sistem pembayaran ritel BI-FAST atau Bank Indonesia Fast Payment. 

Baca Juga: Kode Transfer Bank

Dengan begitu, tarif transfer antar bank yang dikenakan oleh Bank Indonesia kepada bank mengalami penurunan menjadi Rp 19/ transaksi. Sementara itu, biaya yang dapat dikenakan oleh bank kepada nasabahnya maksimal sebesar Rp 2.500 transaksi. 

Itu lebih rendah dibandingkan dengan SKNBI yang sebesar Rp 6.500/ transaksi. Adapun daftar bank di Indonesia yang siap menerapkan sistem BI-FEST ini, diantaranya:

  1. Bank Syariah Indonesia (BSI)
  2. Bank Central Asia (BCA)
  3. Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  4. Bank Negara Indonesia (BNI)
  5. Bank Tabungan Negara (BTN)
  6. Bank DBS Indonesia
  7. Bank Permata
  8. Bank Permata USS
  9. Bank Mandiri
  10. Bank CIMB Niaga
  11. bank CIMB Niaga USS
  12. Bank Danamon Indonesia
  13. Bank Danamon Indonesia USS
  14. Bank UOB Indonesia
  15. Bank Mega
  16. Bank OCBC NISP
  17. Bank Citibank NA
  18. Bank Sinarmas
  19. Bank BCA Syariah
  20. Bank Woori Saudara Indonesia
  21. Bank tabungan Negara USS

Direncanakan pada tahap berikutnya, untuk minggu keempat bulan Januari tahun 2022 juga akan ada peluncuran kembali.  Sebagai informasi untuk Anda, agar bisa mengadopsi sistem BI-FAST ini, lembaga keuangan maupun bank lainnya harus memenuhi sejumlah syarat yang sudah ditentukan oleh Bank Indonesia.

Adapun syarat utamanya yakni, bank atau lembaga keuangan perlu menjadi nasabah BI yang berstatus aktif dan tidak sedang dalam proses kepailitan atau likuidasi. Setelah itu, pimpinan calon peserta mempunyai kredibilitas yang baik, dan memiliki kinerja keuangan yang baik dalam dua tahun terakhir.

Peserta juga selanjutnya sudah menyediakan infrastruktur dalam penyelenggaraan BI-FAST yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara dan mempunyai sistem informasi yang andal.

Tentang Bank dengan Biaya Transfer Rp 2.500

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa bank yang mengenakan tarif transfer Rp 2.500/ transaksi. Kami akan menerangkan empat bank yang menerapkan sistem ini, yakni BCA, Mandiri, BRI dan BTN. Berikut ulasannya!

1. Bank Central Asia (BCA)

Bank BCA turut berpartisipasi dalam mendukung upaya penyelenggaraan BI-FAST pada tahapan pertama. BCA mengimplementasikan penambahan layanan transfer antar bank dengan BI-FAST pada channel myBCA versi website.

Dengan layanan ini, para nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi transfer ke rekening antar bank secara online 24 jam seminggu. Channel lainnya, seperti BCA Mobile, ATM dan KlikBCA, untuk penerapannya akan dilakukan secara bertahap.

Oleh karena itu, para nasabah belum dapat melakukan transfer dengan biaya Rp 2.500 menggunakan beberapa channel tersebut. myBCA dapat Anda akses pada smartphone dengan sistem operasi Android dan IOS serta bisa diakses melalui desktop pada halaman https://mybca.co.id

Untuk menggunakannya, Anda memerlukan BCA ID yang merupakan user ID untuk mengakses e-channel BCA yang dapat Anda buat sendiri dengan mudah. Dengan satu BCA ID, Anda bisa menghubungkan minimal satu rekening BCA.

BCA ID ini bisa digunakan untuk mengakses serta bertransaksi, baik untuk finansial atau nonfinansial pada layanan e-channel seperti halnya Welma dan myBCA. BCA ID bisa terdiri dari huruf, angka atau kombinasi keduanya dengan minimal enam karakter serta maksimal 21 karakter.

Untuk password BCA ID sendiri terdiri dari kombinasi huruf kecil, huruf kapital dan angka dengan minimal 8 karakter serta maksimal 24 karakter.

2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRI menggunakan BI-FASt pada kanal perbankan digital, yaitu BRImo serta CMS atau Cash Management System. Dengan diterapkannya sistem ini, nasabah BRI nantinya bisa menikmati layanan transfer antar bank dengan tarif Rp 2.500/ transaksi.

Akan tetapi, sistem pembayaran ini sedang dalam masa uji coba oleh penerapannya di internal perseroan. 

3. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) mulai melakukan uji coba sistem pembayaran BI- FAST ini setelah sistem tersebut diluncurkan pada 21 Desember 2021. Di tahap awal, Bank Mandiri akan mengimplementasikan BI-FAST pada dua platform perbankan digital, yakni Livin dan Kopra untuk layanan cash management serta corporate payable.

Bank Mandiri akan mengikuti ketentuan Bank Indonesia (BI) dalam mengenakan tarif BI-FAST kepada nasabahnya sebesar Rp 2.500/ transaksi.

4. Bank BTN

Untuk bank BTN sendiri sudah menerapkan sistem ini di awal Januari 2022. BTN sendiri sangat mendukung implementasi dari sistem BI FAST untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi non tunai.

Adapun channel yang dipakai oleh bank ini yakni aplikasi mobile banking BTN dengan berbagai fitur menarik didalamnya. Sebut saja transfer antar bank secara real time, yakni 24 jam seminggu, ini lebih fleksibel, karena sebelumnya hanya terbatas pada jam operasionalnya saja.

Para nasabah juga bisa menggunakan fitur proxy address yang memungkinkan nomor rekening nasabah bisa diganti dengan nomor ponsel atau email Anda. Dan terpenting, biaya transfernya jauh lebih murah .

Para nasabah dibebankan dengan biaya transfer maksimal Rp 2.500/ transaksi, apabila melakukan transfer ke bank peserta BI-FAST lainnya.

Itu tadi beberapa informasi seputar biaya transfer antar bank yang penting untuk Anda pahami. Untuk informasi seputar finance lainnya, Anda bisa mengunjungi halaman resmi kami Procurite, yang menyediakan berbagai informasi menarik finance dari mulai biaya transfer bank, analisis pengeluaran bisnis, hasil laporan keuangan perusahaan hingga pengadaan barang dan jasa.

Berbicara mengenai pengadaan, Procurite adalah perusahaan e-procurement yang bisa menjadi solusi dalam proses pengadaan barang dan jasa untuk perusahaan Anda. Bersama Procurite, hanya dengan satu aplikasi, proses pengadaan akan lebih efisien dan bisa mengelola semua pengeluaran bisnis dengan maksimal. Salah satu fitur kami adalah base on cloud, jadi akan sangat memudahkan Anda.

Yuk segera bergabung bersama Procurite!

logo procurite

Tebet Timur Dalam Raya No 43 Jakarta, Indonesia

procurite phone icon+(62-21) 8357385

procurite phone icon085811417123