Mengenal 4 Contoh Laporan Keuangan Sederhana

mengenal-4-contoh-laporan-keuangan-sederhana

Pernahkah Anda mendengar istilah laporan keuangan? Ya, seringkali istilah tersebut tidak jauh-jauh dari pelajaran akuntansi untuk diterapkan di perusahaan. Bagi Anda yang masih asing atau belum terlalu mengenal laporan keuangan, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu contoh laporan keuangan sederhana.

Laporan keuangan sederhana yang ada di dalam perusahaan sangat berhubungan dengan kegiatan di dalam perusahaan itu sendiri. Mulai dari pendapatan seperti hasil dari proses produksi, dan juga pengeluaran seperti contohnya kegiatan pengadaan. Jangan lupa, sukseskan kegiatan pengadaan yang ada di perusahaan Anda bersama kami di Procurite.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana

Berbicara mengenai laporan keuangan sederhana, tentu akan ada banyak aspek yang terlibat. Laporan keuangan sendiri merupakan sebuah data yang menunjukkan segala sesuatu tentang aktivitas keuangan di dalam suatu perusahaan atau instansi untuk satu periode kerja.

Fungsi dari laporan keuangan sendiri yakni digunakan untuk melihat kinerja perusahaan selama satu periode. Melalui laporan keuangan, dapat diketahui juga seberapa besar tingkat kemajuan bisnis suatu perusahaan sehingga bisa dijadikan patokan untuk melakukan evaluasi. Dengan demikian, diharapkan kinerja perusahaan kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Meskipun banyak perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki akuntan berpengalaman sehingga mahir dalam menyusun laporan keuangan, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak pula perusahaan baru yang menganggap penyusunan laporan keuangan merupakan hal yang rumit.

Termasuk dalam mengelompokkan arus masuk dan keluar termasuk akibat adanya pengadaan. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan sistem pengadaan modern dengan cara melakukan e-procurement bersama Procurite. Di situ, segala rekam transaksi bisa terlihat dengan jelas sehingga mempermudah pencatatan arus keluar perusahaan guna kepentingan pengadaan yang dicantumkan dalam laporan keuangan.

Sementara, contoh laporan keuangan sederhana bisa Anda simak di pembahasan berikut.

  1. Laporan Neraca

Contoh laporan keuangan yang pertama adalah laporan neraca. Gampangnya, laporan neraca merupakan laporan yang menunjukkan kondisi keuangan sebuah perusahaan terkait aktiva dan pasiva.

Kunci dari laporan ini adalah posisi aktiva dan pasiva harus seimbang. Lantas, bagaimana di ujung periode terdapat nilai yang tidak seimbang? Jika hal tersebut terjadi, maknanya terdapat suatu masalah pada keuangan perusahaan.

Bukan hanya itu saja, laporan keuangan sederhana berbentuk laporan neraca umumnya juga dapat memuat beberapa hal lain seperti catatan modal, catatan utang, hingga kewajiban perusahaan seperti utang usaha, sewa, utang gaji, dan lainnya.

1. Laporan Keuangan Laba Rugi

Selanjutnya, terdapat laporan keuangan laba rugi atau income statement. Di dalam laporan keuangan sederhana tersebut, memuat beberapa data kerugian lengkap dengan keuntungan dari sebuah perusahaan dalam satu periode kerja.

Intinya, ketika sebuah perusahaan menyajikan laporan keuangan laba rugi dan terlihat adanya pemasukan lebih banyak dibandingkan laporan laba rugi, maka bisa dikatakan perusahaan tersebut cukup sukses.

Namun, ketika dalam satu laporan keuangan laba rugi justru mengungkap adanya pengeluaran yang menggunung dibandingkan dengan pemasukan, bisa dikatakan posisi keuangan perusahaan sedang terancam. Sebab, itu berarti dalam satu periode terakhir perusahaan mengalami kerugian.

Dalam membuat laporan laba rugi, Anda bisa menganut dua contoh format yang umumnya digunakan. Yakni menggunakan format single step dan format multiple step.

Format single step merupakan format yang dianggap cukup mudah untuk dibuat. Cukup dengan merangkum semua pendapatan dari satu periode dalam sebuah perusahaan saja. Setelah itu, tinggal dikurangi dengan biaya pengeluaran selama satu periode juga.

Sementara itu, Anda juga bisa menggunakan format multiple step yang mengusung konsep penyusunan laba rugi dengan cara bertahap.

Pertama, Anda harus membagi laporan ke dalam dua kategori yakni pendapatan operasional dan non operasional.

Pendapatan operasional adalah semua catatan laporan terkait kegiatan utama perusahaan. Sedangkan, untuk kategori non operasional berkaitan dengan pendapatan di luar kegiatan utama sebuah perusahaan.

2. Laporan Perubahan Modal

Contoh laporan keuangan sederhana yang ketiga adalah laporan perubahan modal. Berbeda dengan contoh laporan sebelumnya, laporan jenis ini merupakan laporan yang dipergunakan untuk mengecek kondisi modal dalam sebuah perusahaan. Bukan hanya itu saja, contoh laporan keuangan jenis ini juga digunakan untuk melihat adanya data baru ketika terjadi fenomena perubahan modal.

Anda dituntut untuk menemukan berapa modal awal yang ada di perusahaan dan berapa saldo terkininya. Bahkan, di laporan perubahan modal juga mengharuskan Anda untuk melakukan analisa perubahan saldo modal yang berada di awal serta akhir periode kinerja perusahaan. Termasuk saat-saat dilakukannya penyusunan laporan keuangan.

Nah, supaya laporan keuangan sederhana jenis perubahan modal tetap lengkap, terdapat beberapa data lain yang harus Anda cari.

Di antaranya adalah data-data seperti jumlah laba atau keuntungan, jumlah rugi, jumlah modal di awal periode, dan juga pengambilan dana pribadi yang berasal dari pemilik bisnis.

3. Laporan Arus Kas

Contoh laporan keuangan sederhana yang terakhir adalah laporan arus kas. Arus kas kali ini erat kaitannya dengan catatan kas utama dalam perusahaan.

Sebab, data yang Anda kumpulkan di catatan kas utama, akan dimasukkan atau digunakan dalam laporan keuangan arus kas.

Laporan arus kas atau yang lebih sering disebut sebagai cash flow statement, membuat semua pihak perusahaan termasuk stakeholder dapat mengerti total anggaran kas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Di situ akan terlihat apakah jumlahnya setara dengan total pemasukan atau tidak.

Sementara, data hasil pembuatan laporan keuangan arus kas digunakan untuk menentukan rencana perputaran uang perusahaan pada periode selanjutnya. Selain itu, digunakan sebagai bentuk pertanggung jawaban antara pihak perusahaan dengan para stakeholder atau pihak lain yang terkait.

Nah, dalam membuat laporan satu ini, Anda bisa memperhatikan aspek keuangan perusahaan dari segi biaya pengeluaran perusahaan. Termasuk biaya untuk investasi maupun untuk kepentingan operasional seperti kegiatan pengadaan.

Itulah beberapa laporan keuangan sederhana yang bisa Anda jadikan sebagai referensi dalam membuat sebuah laporan keuangan perusahaan. Jangan lupa selalu perhatikan arus kas masuk dan keluar secara terperinci sehingga penyusunannya bisa dilakukan dengan tepat. Termasuk dalam kegiatan pengadaan perusahaan yang umumnya dilakukan setiap satu periode atau dalam jangka waktu tertentu.

Jangan sampai, transaksi kegiatan pengadaan yang Anda lakukan diabaikan begitu saja sehingga menimbulkan fenomena tidak seimbang pada laporan keuangan yang disusun. Untuk itu, sebaiknya gunakan layanan e-procurement kami di Procurite.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana, Dapatkan di Procurite!

Bagi Anda yang belum tahu, Procurite adalah anak perusahaan dari PT Mitra Mandiri Informatika yang bisa dijadikan sebagai solusi yang mempermudah kegiatan pengadaan barang dan jasa perusahaan Anda. 

Bersama Procurite, Anda bisa melakukan berbagai macam aktifitas yang berkaitan dengan pengadaan hanya dalam satu aplikasi saja. Sebab, di dalam Procurite sudah dilengkapi fasilitas berupa fitur pendukung kegiatan pengadaan termasuk untuk kejelasan transaksi yang dilakukan.

Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti pencarian supplier, negosiasi, pengecekan barang dan jasa yang dibutuhkan, dan lain sebagainya, bisa Anda lakukan secara online dengan layanan kami di Procurite. 

Bukan hanya memantau transaksi pengeluaran akibat pengadaan yang nantinya akan dicantumkan dalam beberapa contoh laporan keuangan sederhana di atas, Procurite juga dapat dijadikan solusi e-procurement perusahaan paling efisien dan optimal di setiap periodenya. Selain itu, ada pula fitur cloud database. Jadi, yuk gunakan Procurite sekarang juga!

logo procurite

Tebet Timur Dalam Raya No 43 Jakarta, Indonesia

procurite phone icon+(62-21) 8357385

procurite phone icon085811417123